edisi ngeProf setelah ngeJokes

edisi kali ini merupakan sisi lain dari diri saya yaitu sisi logika dan pemikiran.

saya menyimpulkan hidup itu harus seimbang antara sisi tesis dan sisi anti tesis. Kegiatan belajar, serius, dan berpikir logis yang selanjutnya saya sebut ngeProf harus seimbang dengan kekonyolan dan kelucuan yang saya sebut sebagai ngeJokesngeProf merupakan tesis dari anti tesis ngeJokes, begitu pula sebaliknya ngeJokes merupakan anti tesis dari tesis berupa ngeProf.

karena edisi ini edisi ngeprof diharapkan menganalisis kalimat-kalimat gagasan saya dengan menggunakan logika dan pemusatan pikiran agar pesan saya dapat terbaca dari  tulisan dalam postingan kali ini.

berikut beberapa kalimat ngeProf dari saya:

edisi ngeProf kali ini disadur dari pemikiran saya mengenai fenomena sosial yang saya lihat dan dijabarkan dengan logika.

ngeProf 1:

Falsafah Jawa, di mata saya, adalah falsafah yang paling ruwet dan tidak masuk akal. Tetapi, saya baru paham, mungkin yang dimaksud dengan “Sugih Tanpa Banda” (Kaya Tanpa Harta) adalah electronic money (e-money) dan “Nglurug Tanpa Bala” (Menyerang Tanpa Bala Tentara) adalah drones (unmanned aerial vehicles).

ngeProf 2:

Diketahui sumber hukum S = { AlQur’an, Hadits, Ijma’, Qiyas}, jabaran J dari hukum S, dengan J = {Fiqh1, Fiqh2, …, FiqhN}, dan problematika ummat P = {Problem1, Problem2, …, ProblemM}, serta variabel posisi (tempat) r, dan variabel waktu t. Maka diperoleh fakta : (1) S (r,t) konstan, artinya S bukan fungsi tempat dan bukan fungsi waktu; berlaku untuk sembarang tempat dan waktu. (2) J (r,t) maupun P(r,t) tidak konstan, mereka adalah fungsi tempat dan waktu (3) Ternyata M > N, artinya banyaknya problematika ummat melebihi banyaknya kitab fikih yang telah ditulis.
**usaha matematika dakwah*

ngeProf 3:

Enak banget industri di Indonesia, dapat insentif kalau mempekerjakan sarjana(yg katanya tdk siap pakai). Ini kan terbalik. Mestinya industri ikut membiayai universitas (laboratorium dsb) agar lulusannya siap mereka gunakan. Bagaimana universitas bisa upgrade lab (yg sd jadul) tanpa dukungan industri?

ngeProf 4:

Mengetahui jawaban tdk identik dengan menyelesaikan persoalan. Kita hrs bisa membedakan antara gejala, sebab, akibat, masalah, dan solusi. Ketika ditanya gejala, tdk boleh menjawab dg sebab. Metodologi penelitian tdk sama dg tata cara menulis. Orang yg hafal tdk identik dg orang berpengetahuan.
identik dengan menyelesaikan persoalan

ngeProf 5:

Inti dari kesolehan ritual adalah tercapainya kesolehan praktis. Ada yang sholeh riutal tetapi tidak sholeh praktis. Ada yang sholeh praktis tetapi tidak sholeh ritual. Tugas kita adalah membuktikan bahwa kesholehan ritual bermuara pada kesholehan praktis.

tunggu edisi selanjutnya, dilain waktu.  ^_^

Iklan

the book Intermediate Accounting review ( acquisition and disposition of property, plant, and equipment) IFRS Edition

property , plant, and equipment is defined as tangiable assets that are held for use in production or supply of goods and services, for rentals to others, or for administrative porposes; they are expected to be used during more than one period.

  • ” used in operations” and not for resale
  • long-term in nature and usually depreciated
  • possess physical substance

include : land, building structures (offices, factories, warehouses), and equipment (machinery, furniture, tools).

companies value property, plant, and equipment in subsequent periods using either the

  • cost method or
  • fair value (revaluation) method

COUNTINUE…..hehe